Friday, April 15, 2011

Cinta dalam Sudut Pandang Islam

Islam yang telah menyatu dengan fitrah, tingkah laku, dan undang-undang. Islam mengakui keberadan cinta yang mendasar dalam diri manusia, bahkan Islam memberikan gambaran kepada kita tiga tingkatan cinta, yaitu cinta tingkat tinggi, cinta tingkat menengah, dan cinta tingkat rendah. Ketiga tingkatan cinta tersebut telah dijalani manusia sepanjang sejarah dan akan tetap dirasakan manusia sampai Allah menghancurkan bumi seisinya.

Adapun dasar bagi ketiga tingkatan cinta itu adalah firman Allah SWT berikut ini:

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah:24)


Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, Rasul-Nya, dan jihad di jalan-Nya.
Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, pasangan, dan keluarga.
Adapun cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan keluarga, harta, dan tempat tinggal daripada mengutamakan Allah, Rasul-Nya, dan jihad di jalan-Nya.

Ringkasnya, Islam mengakui keberadaan cinta sebagai fitrah yang mendasar dalam diri manusia. Begitu amat mendasarnya sampai manusia tidak mungkin melepaskan diri dari cinta, karena Allah telah menetapkan cinta sebagai fitrah bagi setiap manusia. Allah SWT berfirman:
.....(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah......(QS. Ar-Rum :30)






0 comments:

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

About This Blog

  © Blogger templates 'Neuronic' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP